Rabu, 10 Zulhijjah 1439 H / 22 Agustus 2018 M

Khutbah Jumat Edisi 165: "Mewaspadai Gerakan Anti Islam"


Materi Khutbah Jumat Edisi 165 tanggal 1 Jumadil Akhir 1439 H ini dikeluarkan oleh

Sariyah Da'wah Jama'ah Ansharusy Syari'ah dapat download di:

 

 

Mewaspadai Gerakan Anti Islam

(Dikeluarkan Oleh Sariyah Dakwah Jama’ah Ansharusy Syari’ah)

 

KHUTBAH PERTAMA

 

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا. مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لاَ نَبِيَّ وَلاَ رَسُوْلَ بَعْدَهُ، قَدْ أَدَّى اْلأَمَانَةَ وَبَلَّغَ الرِّسَالَةَ وَنَصَحَ اْلأُمَّةَ وَجَاهَدَ فِيْ سَبِيْلِهِ حَقَّ جِهَادِهِ

اَلصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى نَبِيِّنَا الْمُصْطَفَى مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ سَلَكَ سَبِيْلَهُ وَاهْتَدَى بِهُدَاهُ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ.رَبِّ اشْرَحْ لِيْ صَدْرِيْ وَيَسِّرْ لِيْ أَمْرِيْ وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِيْ يَفْقَهُوْا قَوْلِيْ

قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ: يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ. وَقَالَ: يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ مِّنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَآءً وَاتَّقُوا اللهَ الَّذِيْ تَسَآءَلُوْنَ بِهِ وَاْلأَرْحَامَ إِنَّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا. وَقَالَ: وَتَزَوَّدُوْا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى

وَقَالَ النَّبِيُ: اِتَّقِ اللهَ حَيْثُ مَا كُنْتَ وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا وَخَالِقِ النَّاسَ بَخُلُقٍ حَسَنٍ. (رواه الترمذي، حديث حسن)

Jamaah Jum’at  hamba Allah yang  dirahmati Allah SWT.

Segala puji bagi Allah SWT, shalawat dan salam semoga tetap tercurahkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, keluarga dan para sahabatnya.

Khotib berwasiat kepada diri sendiri khususnya dan jama’ah sekalian marilah kita bertaqwa kepada Allah dengan sebenar-benarnya taqwa, semoga kita akan menjadi orang yang istiqamah sampai akhir hayat kita.

MA’ASYIROL MUSLIMIN RAHIMANI WA RAHIMUKUMULLAH!!!

Kebencian Terhadap Islam dan Orang Islam Yang Menegakkan Islam 

Sering kita mendengar istilah Islamophobia, apa itu Islamophobia? Islamophobia adalah ketakutan berlebihan yang tidak memiliki dasar berpikir yang kuat tentang Islam bahkan dapat disebut dengan mengada-ada.  Tidak ada pembenaran yang logis di dalamnya, yang ada hanyalah prasangka-prasangka yang terlahir akibat persepsi-persepsi buruk yang terus menerus ditanamkan kepada diri seseorang bahwa Islam adalah agama yang penuh dengan kekerasan, kebencian, egois, tidak toleran dan membatasi  pemeluknya dengan aturan-aturan yang ketat sehingga tidak adanya kebebasan di dalamnya yang berujung persepsi bahwa Islam adalah kuno, ekstrem, agama yang membawa kehancuran, dan sebagainya.

Opini umum bahwa Islam adalah agama perusak dan penuh dengan kekerasan ini digelontorkan oleh Barat sedemikian rupa agar masyarakat dunia tidak mengenal Islam apalagi memeluknya. Kebencian mereka akan Islam telah dibuktikan dengan usaha dan kerja keras sehingga membentuk sebuah tata dunia baru yang menjadikan Islam sebagai agama yang harus dijauhi, ditinggalkan, bahkan kalau perlu dilarang baik pengenaan atribut, pelaksanaan ibadahnya, dan yang paling penting adalah jangan sampai hukum Islam yang adil dan bijaksana mewarnai suatu negeri.

Fakta telah menjawab keberhasilan mereka, efek global opini telah menjadikan negara-negara di berbagai belahan dunia baik benua Asia, Afrika, Eropa, Amerika, dan Australia menjadi satu persepsi tentang Islam. Mereka tidak segan-segan mengeluarkan dana besar-besaran agar Ideologi penjajahan Kapitalisme tetap memiliki pengaruh atas dunia. Dan apa yang mereka perjuangkan membawa hasil, di Belanda ada peraturan pelarangan jilbab bagi siswa putri di sekolah dengan alasan bukan karakter sekolah Belanda, begitu pun di Amerika Serikat akan segera diundang-undangkan.

Genderang kebencian dikumandangkan untuk mempersempit gerak juang Islam dalam menyiarkan agama dan hukumnya. Target dan sasarannya adalah kelompok-kelompok atau orang-orang yang masih tetap menggigit Islam dengan gerahamnya. Alasannya adalah dikhawatirkan kelompok-kelompok atau orang-orang tersebut mampu menyadarkan umat Islam yang selama ini tertidur pulas sehingga umat Islam memiliki sebuah kesatuan padu berfikir yang mengarah kepada kebangkitan universal dan menyeluruh.

Kegigihan mereka digambarkan dalam Al-Qur’an sebagaimana berikut:

“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allah Itulah petunjuk (yang benar)”. dan Sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, Maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.” (QS. Al Baqarah: 120)

Sungguh, pertentangan mereka begitu keras sehingga tidak dapat disangsikan lagi. Oleh karena itu, seharusnya umat ini mulai sadar bahwa kita sekarang sedang diperangi dalam hal aqidah. Begitu besar penghinaan dan pelecehan mereka terhadap Islam telah ditampakkan secara nyata dan terang-terangan tanpa adanya perlawanan yang berarti. Kenapa? karena umat saat ini sudah kehilangan perlindungan dan kekuasaan yaitu negara.

Jati diri dan harga diri umat tercabik-cabik semenjak runtuhnya Daulah Islamiyah pada tahun 1924 M yang merupakan awal dari hilangnya kehormatan sebagai umat yang mulia, umat yang disegani, dan umat yang paling ditakuti oleh umat-umat yang lain. Penyanggah ini rapuh tidak kuat lagi menahan benturan-benturan baik dari dalam dan luar, ditambah lagi tsaqofah umat Islam menurun serta tidak adanya kesadaran berpolitik. Umat Islam terpecah berkeping-keping menjadi kecil-kecil, terkotak-kotak, bahkan satu sama lain saling mencurigai.

Akar permusuhan terhadap Islam secara umum

Kondisi ini (pelecehan dan penghinaan terhadap Islam) juga berbarengan dengan meningkatnya jumlah kaum muslimin di Eropa dan ini merupakan faktor yang sangat menakutkan bagi berbagai pihak yang sangat tidak setuju dengan kondisi tadi. Pada kesempatan kali ini, khotib ingin mengungkapkan 6 sebab dan akar permusuhan terhadap Islam secara umum, diantaranya adalah:

1)     Takut terhadap pernyebaran Islam yang pesat di Eropa dan seluruh dunia.

Hal itu merupakan bentuk kekalahan telak peradaban Barat dan mereka sangat ketakutan akan hal itu. Karena itu, kemudian munculah pelecehan-pelecehan dan penghinaan terhadap Islam untuk menjauhkan orang-orang Barat dari Islam atau bahkan hanya berfikir untuk mengenal Islam. Barangkali pembuat karikatur yang melecehkan Rasulullah SAW tidak mempunyai maksud untuk membatasi penyebaran Islam di Barat. Namun orang-orang yang setuju dengan karikatur pelecehan ini, menolak dengan tegas untuk meminta maaf atas karikatur ini dan bahkan mengeksploitasi dan menyebarkanya dengan sangat efektif bahkan sampai menyebar dengan cepat di media baik elektronik ataupun cetak bahkan masuk ke ruang politik mengobarkan isu perang melawan kaum muslimin. Mereka sangat memahami realitas penyebaran Islam di Eropa yang digambarkan sebagai benua Kristen. Salah satu contoh pengaruh langsung dengan adanya karikatur di Denmark adalah contoh yang dimuat dua Koran Arab Saudi “Ukadz” dan “al-Wathan” pada pertengahan Februari 2006.

2)     Pelecehan terhadap sesuatu yang sakral: Kehancuran Berpikir dan Etika

Respon media Eropa di dalam memberikan alasan justifikasi pembenaran karikatur pelecehan terhadap Nabi tersebut tidak lain hanya sekadar simbol kebebasan berekspresi.

Koran perancis, Frances Siwar mengatakan: “Itu adalah haknya menggambarkan tuhan dengan cara karikatur yang menyindir.” Sedang Koran Jerman Dei Filt mengatakan: “Itu adalah haknya melakukan pelecehan sesuatu yang sakral.” Dilihat dari pernyataan kedua Koran itu, maka bisa disimpulkan bahwa ada perbedaan mendasar dalam melihat sesuatu yang sakral dalam agama dalam peradaban sekuler barat. Seorang pemikir Prancis, Arick Gofra, melihat bahwa hegemoni filsafat nihilisme --yang muncul setelah masa dominasi gereja di Eropa-- merupakan salah satu akar pemikiran lain yang digunakan untuk melecehkan Islam.

Dalam pandangannya, filsafat Barat sekuler membuka ruang untuk melakukan penghinaan terhadap nilai-nilai agama dan moral, apapun agama tersebut. Bagi sebagian orang Barat, agama adalah sekadar realitas sosial tidak berbeda dengan realitas lainnya. Bagi masyarakat Eropa, tidak ada yang namanya sistem tata nilai dan etika. Karena itu, segala sesuatu yang disakralkan menjadi sasaran untuk diragukan dan dilecehkan. Seorang pemikir Maroko Thayyib Buizat melihat bahwa pelecehan terhadap agama secara logika tidak terjadi kecuali pada saat-saat degradasi dan penurunan kesadaran berfikir. Maka dengan merujuk kepada sejarah filsafat Barat sejak masa Yunani, kita melihat bahwa kemunculan pemikiran ateis yang bertentangan dengan agama terjadi pasa saat-saat kemunduran filsafat bukan pada saat-saat perkembangan dan keemasannya.

Manakala Socrates, Plato dan Aristoteles mengibaratkan nilai kesadaran filsafat Yunani, maka itu adalah saat keimanan dan keyakinan bagi peradaban Yunani kuno. Agama tidak mendapatkan serangan kecuali pada saat-saat maraknya pertanyaan-pertanyaan ateis yang menyudutkan. Pada masa-masa filsafat Barat modern berjaya, yaitu pada abad ke-17, agama bisa mengubah dan mewarnai pemikiran para filosof Eropa terkemuka.

Namun pada abad ke-18 terjadi kampanye cara berfikir yang bertentangan dengan agama di dalam budaya intelektual Eropa. Tetapi realitasnya menunjukan bahwa abad itu adalah yang paling sedikit memberikan kontribusinya dalam peradaban filsafat Barat bila dibandingkan dengan abad ke-17. karena sebagian besar filsafatnya hanya berkisar tentang politik seperti hubungan sosial. Bahkan mayoritas pendapat dan penemuan pada abad 18 hanya penemuan yang diulang-ulang dari sebelumnya.

Sebagian pengkritik agama menggunakan pemikiran filsafat tidak sesuai dengan makna yang dimaksud oleh ahli filsafat sebelumnya, seperti Augest Konet misalnya, ia tidak memperdulikan kesesuaian makna dan universalitas filsafat itu sendiri. Hal ini mungkin terjadi karena cara berfikir intelektual Eropa pada masa Augest Konet, pada abad ke-19 didasarkan kepada lintas idiologi dan agama yang melampaui stereotype pemikiran, agama dan filsafat itu sendiri. Tujuan utama mereka adalah untuk menghilangkan teori ilmiah empiris dan menjadikannya mengungguli teori lainnya. Namun mimpi para kritikus agama tidak berhasil karena pendapat mereka bertentangan dengan hakikat entitas dan fitrah manusia dan fitrah keagamaannya.

Hikmah dari gerakan kebencian terhadap Islam oleh orang yang anti Islam

Penghinaan terhadap Islam yang dilakukan beberapa waktu yang lalu dan terus berulang kembali tidak hanya membawa keburukan baik umat Islam tetapi juga ada hikmah dan faedah yang  tidak sedikit. Pada kesempatan ini saya ungkapkan 3 hikmah yang di antaranya:

  1. Terbukanya rahasia penyakit akut kebencian terhadap Islam dalam hati musuh-musuh Islam baik dari kalangan orang kafir maupun sahabatnya orang munafiq.

Allah SWT berfirman: Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang, di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi. sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya.(QS. Ali Imran: 118).

Musuh yang paling berbahaya bagi orang beriman adalah orang-orang munafik laki-laki dan perempuan. Karena mereka adalah musuh yang menyamar sebagai orang beriman atau istilahnya musuh dalam selimut. Karena mereka seolah-olah menjadi teman, tetapi hakekatnya adalah musuh. Orang munafik di dalam Al-Qur’an disebutkan sebagai musuh yang paling berbahaya. Oleh karena itu berhati-hatilah terhadap mereka. Allah SWT berfirman:

وَإِذَا رَأَيْتَهُمْ تُعْجِبُكَ أَجْسَامُهُمْ وَإِنْ يَقُولُوا تَسْمَعْ لِقَوْلِهِمْ كَأَنَّهُمْ خُشُبٌ مُسَنَّدَةٌ يَحْسَبُونَ كُلَّ صَيْحَةٍ عَلَيْهِمْ هُمُ الْعَدُوُّ فَاحْذَرْهُمْ قَاتَلَهُمُ اللَّهُ أَنَّى يُؤْفَكُونَ

“Dan apabila kamu melihat mereka(orang-orang munafik), tubuh-tubuh mereka menjadikan kamu kagum. dan jika mereka berkata kamu mendengarkan Perkataan mereka. mereka adalah seakan-akan kayu yang tersandar[1] . mereka mengira bahwa tiap-tiap teriakan yang keras ditujukan kepada mereka. mereka Itulah musuh (yang sebenarnya) Maka waspadalah terhadap mereka; semoga Allah membinasakan mereka. Bagaimanakah mereka sampai dipalingkan (dari kebenaran).” (QS. Al-Munafiqun: 4)

“Mereka bakhil terhadapmu, apabila datang ketakutan (bahaya), kamu Lihat mereka itu memandang kepadamu dengan mata yang terbalik- balik seperti orang yang pingsan karena akan mati, dan apabila ketakutan telah hilang, mereka mencaci kamu dengan lidah yang tajam, sedang mereka bakhil untuk berbuat kebaikan. mereka itu tidak beriman, Maka Allah menghapuskan (pahala) amalnya. dan yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.” (QS. Al-Ahzab: 19).

  1. Faedah selanjutnya yang lebih penting adalah bahwa hanya dengan aksi demonstrasi dengan damai untuk melawan penghinaan terhadap Islam sangat tidak memadai. Semua penghinaan itu harus menjadi peringatan keras bagi organisasai masyarakat Islam, ormas Islam dan sejenisnya untuk memprioritaskan para jamaahnya tentang pentingnya pendidikan aqidah, keimanan dan perbandingan agama dengan mendatangkan pihak-pihak yang berkompenten di bidangnya seperti fakar Kristologi yang ahli tentang kitab-kitab injil misalnya, agar semua umat Islam bisa melawan penghinaan itu dengan kajian ilmiah yang argumentatif seperti yang dilakukan oleh Almarhum Syeikh Ahmad Deedat dan penerusnya Dr. Zakir Naik.

Cara-cara seperti itu adalah cara yang ilmiah, berperadaban, intelektual dan tidak feodal. Cara seperti itu juga tidak reaktif dan merupakan cara yang logis yang dianjurkan oleh Allah SWT tetapi tentu cara seperti itu merupakan cara yang harus dibekali dengan ilmu pengetahuan.

Allah SWT berfirman: “Dan janganlah kamu berdebat dengan Ahli Kitab, melainkan dengan cara yang paling baik, kecuali dengan orang-orang zalim di antara mereka[2], dan Katakanlah: "Kami telah beriman kepada (kitab-kitab) yang diturunkan kepada Kami dan yang diturunkan kepadamu; Tuhan Kami dan Tuhanmu adalah satu; dan Kami hanya kepada-Nya berserah diri".” (QS. Al-Ankabut: 46).

  1. Penghinaan-penghinaan terhadap Islam yang berkelanjutan telah menimbulkan reaksi keras di dunia Islam. Tetapi sayangnya reaksi keras seperti itu sangat spontanitas dan tidak berkelanjutan seperti dalam kasus karikatur menghina Rasulullah SAW. Reaksi seperti itu kurang efektif. Seharusnya ada langkah-langkah kongkrit antara organisasi dan gerakan Islam lintas internasional dengan merumuskan cara dakwah yang efektif dalam menyampaikan Islam. Dan menggalang persatuan umat dan tokohnya.

Walaupun dalam realitasnya sudah sangat jelas perbedaan pendapat, madzhab dan bahkan persaingan tidak sehat kadang juga muncul di antara organisasi Islam itu sendiri. Sepertinya persatuan organisasi Islam sangat mustahil dalam beberapa hal. Tetapi minimal harus ada kerjasama atau minimal pembagian kerja yang jelas dalam menghadapi berbagai isu dan membuang semua sifat arogansi masing-masing.

أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُوْا اللهَ لِيْ وَلَكُمْ

Wallahul muwaffiq.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. وَالْعَصْرِ، إِنَّ الإِنسَانَ لَفِيْ خُسْرٍ، إِلاَّ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ. وَقُلْ رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَأَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِيْنَ

 

KHUTBAH KEDUA

 

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ أَرْسَلَ رَسُوْلَهُ بِالْهُدَى وَدِيْنِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّيْنِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُوْنَ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ

جَمَاعَةَ الْجُمُعَةِ، أَرْشَدَكُمُ اللهُ. أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهُ، وَمَن يَتَّقِ اللهَ يَجْعَل لَّهُ مِنْ أَمْرِهِ يُسْرًا وَيَرْزُقُهُ مِنْ حَيْثُ لاَ يَحْتَسِبُ، وَمَن يَتَّقِ اللهَ يُعْظِمْ لَهُ أَجْرًا

إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَاأَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ.اَللَّهُمَ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَالْمُسْلِمِيْنَ.اَللَّهُمَّ انْصُرِ الْمُجَاهِدِيْنِ فِيْ كُلِّ مَكَانٍ وَزَمَانٍ

رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلإِخْوَانِنَا الَّذِيْنَ سَبَقُوْنَا بِاْلإِيْمَانِ وَلاَ تَجْعَلْ فِيْ قُلُوْبِنَا غِلاًّ لِّلَّذِيْنَ ءَامَنُوْا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوْفٌ رَّحِيْمٌ.رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا ذُنُوْبَنَا وَتَوَفَّنَا مَعَ اْلأَبْرَارِ.رَبَّنَا لاَ تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَّسِيْنَا أَوْ أَخْطَأْنَا، رَبَّنَا وَلاَ تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِيْنَ مِن قَبْلِنَا، رَبَّنَا وَلاَ تُحَمِّلْنَا مَالاَ طَاقَةَ لَنَا بِهِ، وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنتَ مَوْلاَنَا فَانصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِيْنَ.اَللَّهُمَّ إِنَا نَسْأَلُكَ رِضَاكَ وَجَنَّتَكَ وَنَسْأَلُكَ شَهَادَةً فِيْ سَبِيْلِكَ.اَللَّهُمَّ أَهْلِكِ الْكَفَرَةَ وَالْمُبْتَدِعَةَ وَالْمُشْرِكِيْنَ أَعْدَائَكَ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ

اَللَّهُمَّ شَتِّتْ شَمْلَهُمْ وَمَزِّقْ جَمْعَهُمْ وَزَلْزِلْ أَقْدَامَهُمْ وَأَلْقِ فِيْ قُلُوْبِهِمُ الرُّعْبَ.اَللَّهُمَّ عَذِّبْهُمْ عَذَابًا شَدِيْدًا وَحَسِّبْهُمْ حِسَابًا ثَقِيْلاً.رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ، وَسَلاَمٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُكُمْ بِالْعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيتَآئِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَآءِ وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاسْأَلُوْهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ

 

[1] Mereka diumpamakan seperti kayu yang tersandar, Maksudnya untuk menyatakan sifat mereka(orang munafik) yang buruk meskipun tubuh mereka bagus-bagus dan mereka pandai berbicara, akan tetapi sebenarnya otak mereka adalah kosong tak dapat memahami kebenaran.

[2]Yang dimaksud dengan orang-orang yang zalim Ialah: orang-orang yang setelah diberikan kepadanya keterangan-keterangan dan penjelasan-penjelasan dengan cara yang paling baik, mereka tetap membantah dan membangkang dan tetap menyatakan permusuhan.