Jum'at, 7 Rabiul Awwal 1440 H / 16 November 2018 M

Khutbah Jumat Edisi 194: "Menguak Tabir Do’a Rasulullah SAW Untuk Abu Jahal"


Materi Khutbah Jumat Edisi 194 tanggal 9 Safar 1440 H ini dikeluarkan oleh

Sariyah Da'wah Jama'ah Ansharusy Syari'ah dapat download di:

 

 

Menguak Tabir Do’a Rasulullah SAW Untuk Abu Jahal

(Dikeluarkan Oleh Sariyah Dakwah Jama’ah Ansharusy Syari’ah)

 

KHUTBAH PERTAMA

 

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا. مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لاَ نَبِيَّ وَلاَ رَسُوْلَ بَعْدَهُ، قَدْ أَدَّى اْلأَمَانَةَ وَبَلَّغَ الرِّسَالَةَ وَنَصَحَ اْلأُمَّةَ وَجَاهَدَ فِيْ سَبِيْلِهِ حَقَّ جِهَادِهِ

اَلصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى نَبِيِّنَا الْمُصْطَفَى مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ سَلَكَ سَبِيْلَهُ وَاهْتَدَى بِهُدَاهُ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ.رَبِّ اشْرَحْ لِيْ صَدْرِيْ وَيَسِّرْ لِيْ أَمْرِيْ وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِيْ يَفْقَهُوْا قَوْلِيْ

قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ: يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ. وَقَالَ: يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ مِّنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَآءً وَاتَّقُوا اللهَ الَّذِيْ تَسَآءَلُوْنَ بِهِ وَاْلأَرْحَامَ إِنَّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا. وَقَالَ: وَتَزَوَّدُوْا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى

وَقَالَ النَّبِيُ: اِتَّقِ اللهَ حَيْثُ مَا كُنْتَ وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا وَخَالِقِ النَّاسَ بَخُلُقٍ حَسَنٍ. (رواه الترمذي، حديث حسن)

Jamaah Jum’at  hamba Allah yang  dirahmati Allah SWT.

Segala puji bagi Allah SWT, shalawat dan salam semoga tetap tercurahkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, keluarga dan para sahabatnya.

Khotib berwasiat kepada diri sendiri khususnya dan jama’ah sekalian marilah kita bertaqwa kepada Allah dengan sebenar-benarnya taqwa, semoga kita akan menjadi orang yang istiqamah sampai akhir hayat kita.

MA’ASYIROL MUSLIMIN RAHIMANI WA RAHIMUKUMULLAH!!!

DO’A RASULULLAH SAW UNTUK ABU JAHAL

Hal yang menarik perhatian pada awal permulaan dakwah Islam dikembangkan, adalah doa Nabi SAW (yaitu beliau mencari untuk dakwah ini, pengikut yang kuat dan tangguh, sehingga Allah Ta’ala dapat memuliakan agama ini dengan mereka dan dapat mengokohkan kedudukan kaum muslimin) dengan kalimat ini,

عَنْ عِكْرِمَةَ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «اللَّهُمَّ أَعِزَّ الْإِسْلَامَ بِأَبِي جَهْلِ بْنِ هِشَامٍ، أَوْ بِعُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ»

artinya: “Ya, Allah, muliakanlah agama Islam ini dengan salah satu dari dua lelaki yang Engkau lebih sukai, yaitu, Umar ibnul Khottob atau ‘Amr bin Hisyam(baca Abu Jahal).[1](HR. Ibnu Majah, Al-Hakim dan Ibnu Hibban dari ‘Aisyah ra dan Ibnu Abbas ra)

Lalu kenapa hanya dua orang ini saja yang disebutkan Nabi SAW dari sekian banyak orang Quraisy? Adakah benang merah yang menghubungi antara kedua orang ini yang begitu jelas dalam fikiran Nabi Muhammad SAW. sehingga beliau berdoa dengan doa begini?

Sesungguhnya kita memperhatikan sekarang ini. Setelah masing-masing dari kedua orang itu berbuat seperti yang telah keduanya lakukan, maka kami memperhatikan dua sejarah yang sangat jelas sekali perbedaannya. Sekiranya ada keinginannya untuk membuat perbandingan atau pembahasan tentang sifat-sifat yang hampir mendekati diantara kedua orang itu.

Dimana kita lihat salah seorang dari kedua orang itu dalam lingkungan sahabat Nabi SAW setelah Abu Bakar ra. Amirul mukminin dan khalifah yang kedua, pemilik sejarah yang sangat cemerlang, perjalanan hidup yang semerbak yang terkenal reputasinya diseantero bumi, keadilannya dan pandangannya memenuhi zaman sehingga menjadi menara yang tinggi bagi para da’i yang sungguh-sungguh, teladan yang baik bagi para hakim dan raja yang adil. Yang dimaksud adalah Umar bin Khatthab ra.

Lalu yang satu lagi adalah musuh terbesar bagi Allah dan Rasul-Nya dan ketua kesyirikan dan pemimpin orang-orang jahat, seperti firman Allah Ta’ala:

“Dan seperti itulah, telah Kami adakan bagi tiap-tiap Nabi, musuh dari orang-orang yang berdosa. dan cukuplah Tuhanmu menjadi pemberi petunjuk dan penolong.” (QS. Al-Furqon:31).

Nasab keturunan Abu Jahal

Abu Jahal adalah adalah Amr bin Hisyam Ibnul Mughirah bin Abdullah bin Umar bin Makhzum bin Yaqazhah bin Murrah AlMakhzumi AlQuraisy (pada murrah ini bertemu nasabnya Nabi SAW dengan Abu Jahal) dan kunyah (panggilannya) adalah Abuul Hakam. Inilah yang dikenal sebelum kedatangan Islam, setelah kedatangan Islam dan diutusnya Rasulullah SAW ia diberikan julukan oleh Allah SWT dengan julukan Abu Jahal, yang merupakan musuh utama Nabi Muhammad SAW sehingga turun kepadanya firman Allah Ta’ala Surat Alfurqan: 31. Lihat tafsir Qurthubi juz 13 hal 27-28.

Kepribadian Abu Jahal

Abu Jahal mempunyai sekumpulan sifat-sifat. Diantaranya sifat “cinta kepemimpinan” dengan arti pengendalian dan pengetahuan.  Dikarenakan Abu Jahal berusaha mendapatkan kepemimpinan dengan harga apapun dan  dengan keadaan apapun maka tidak penting baginya kepemimpinin di bawah naungan berhala, yang penting baginya adalah kepemimpinan itu saja (baca: menjadi penguasa).

Inilah yang membuat Abu Jahal memandang kepada kedudukan kenabian yang mulia dengan pandangan khas dan tersendiri. Yang menurut pandangannya yang dangkal adalah kepemimpinan. Abu Jahal mau mengikuti Rasulullah jika dia juga mendapatkan wahyu seperti Rasulullah. Abu Jahal berkata: “Demi Allah, kami tidak akan rela mengikutinya selamanya kecuali dia dapat mendatangkan wahyu untuk kita seperti wahyu yang datang kepadanya maka Allah Ta’ala berfirman:

“Apabila datang sesuatu ayat kepada mereka, mereka berkata: "Kami tidak akan beriman sehingga diberikan kepada Kami yang serupa dengan apa yang telah diberikan kepada utusan-utusan Allah". Allah lebih mengetahui di mana Dia menempatkan tugas kerasulan. orang-orang yang berdosa, nanti akan ditimpa kehinaan di sisi Allah dan siksa yang keras disebabkan mereka selalu membuat tipu daya.” (QS. Al-An’am: 124).

Abu Jahal bukanlah seorang ketua bagi bangsa Quraisy seluruhnya atau pemimpin nomor satu yang diakui di Mekkah. Dia hanya merupakan orang kuat di dalam bangsa Quraisy dan termasuk orang penting di Mekkah. Dia berusaha sekuat tenaga untuk mempertahankan keberadaan bentuk dan tatanan masyarakat yang telah digelapi oleh kesyirikan dan penyembahan berhala sehingga dia menjadi pelindung utama bagi berhala itu dan pembela yang terkuat bagi tatanan masyarakat itu.

Permusuhan Abu Jahal terhadap Dakwah Islam

Semenjak permulaan dakwah Islam dimulai maka muncullah nama Abu Jahal sebagai musuh yang paling keras terhadap Nabi SAW di Mekkah dan dari semenjak dini dia telah ingin dan bertekad untuk membunuh Nabi. Belum lagi penghinaan dan gangguan serta penyiksaan terhadap kaum muslimin yang dia sanggup untuk menyiksanya.

Abu Jahal dengan terang-terangan memusuhi agama Islam dan memperlihatkan kebenciannya kepada Rasulullah SAW, sehingga mencapai tingkatan yang luar biasa dan tidak ada yang menyainginya dalam memusuhi agama Allah dari kalangan musyrik Mekkah, sehingga Allah Ta’ala dalam berfirman bahwa dia (Abu Jahal) sangat membenci Rasulullah SAW artinya:  “Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu Dialah yang terputus.(QS. Al-Kautsar: 3) Lihat tafsir AlQurthubi juz 20 hal.222.

Abu Jahal telah menghabiskan seluruh umurnya untuk menghalangi dan mencegah orang dari jalan Allah, dan memerangi serta memusuhi Rasulullah dengan segala macam tipudaya menghalangi dakwah Rasulullah dan sahabatnya. Kurang lebih 15 tahun sejak diutusnya Rasulullah sebagai Nabi sampai terbunuhnya Abu Jahal dipeperangan Badar, sedangkan waktu itu merupakan masa yang paling mengerikan dan penuh dengan intrik-intrik serta kekejian kepada kaum muslimin.

Setiap kita mendapati suatu usaha yang dilakukan kafir Quraisy untuk menghalangi dakwah Rasulullah dan sahabatnya maka kita pasti akan mendapati disitu ada usaha dan campur tangan Abu Jahal, bahkan ia merupakan pemimpin kafir Quraisy secara nyata dalam setiap langkah dan gerakan untuk menghadapi dan merintangi Rasulullah dan sahabatnya.

Hikmah sejarah doa Rasulullah untuk Abu Jahal

  1. Rasulullah yakin bahwa Allah akan lebih menguatkan Islam dengan seorang yang punya kekuatan dan pengaruh dari kaum Quraisy yang pada jaman itu masih dalam kekafiran. Maka Rasulullah merealisasikan keyakinannya kepada Allah dengan cara berdoa. Berarti doa adalah kunci untuk mensukseskan dakwah Rasulullah.
  2. Rasulullah berdoa memilihkan untuk orang Islam salah satu dari dua orang yang merupakan musuh yang paling keras dalam memusuhi mereka dengan harapan berkuranglah permusuhannya dengan perpindahannya dari barisan kaum musyrikin dan memberi rezeki kepada mereka berupa pertolongannya dengan masuknya mereka dalam barisan kaum mukminin.
  3. Umar bin Khottob adalah seorang yang terkenal kuat, tegas dan berbadan tinggi besar. Hingga cukup ditakuti oleh kaumnya. Meski perangainya yang buruk ketika dalam kekafiran namum Allah berkehendak lain, ternyata Allah memilih Umar masuk Islam. Ternyata Allah memilih Umar untuk membantu Rasulullah dalam perjuangan dakwah yang begitu sulit. Sehingga Umar masuk Islam dan berkorban jiwa dan harta untuk kemenangan dakwah.
  4. Jikalau Abu Jahal mempunyai sesuatu yang dapat diharapkan kebaikannya maka pastilah doa Nabi bagi kedua orang itu sekaligus agar Allah memuliakan Islam dengan kedua orang itu, tidak dengan salah seorang dari kedua orang yang tidak ditentukan.
  5. Abu Jahal adalah musuh terbesar bagi Allah dan Rasul-Nya dan ketua kesyirikan dan pemimpin orang-orang jahat. Dan dianggap contoh dari kejahiliyahan dan kebodohan sehingga dia lebih terkenal dengan julukannya yang abadi yaitu Abu Jahal dan alamat keangkuhan dan kejahatan serta merupakan fir’aunnya umat ini.
  6. Sunnatullah dakwah adalah pasti akan ada musuh yang memusuhi dakwah Islam. “Dan seperti itulah, telah Kami adakan bagi tiap-tiap Nabi, musuh dari orang-orang yang berdosa. dan cukuplah Tuhanmu menjadi pemberi petunjuk dan penolong.” (QS. Al-Furqon:31).
  7. Kebenaran pasti akan menang dan kebatilan pasti akan hancur beserta pembela-pembelanya.
  8. Allah Ta’ala mengisyaratkan akan adanya sunah-sunah ini, dan memerintahkan kita untuk melakukan perjalanan di muka bumi ini untuk memperhatikan dan mempelajari apa yang terjadi padanya. “Sesungguhnya telah berlalu sebelum kamu sunnah-sunnah Allah[2] karena itu berjalanlah kamu di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana akibat orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul).” (QS. Ali-Imron: 137-138).

أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُوْا اللهَ لِيْ وَلَكُمْ

Wallahul muwaffiq.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. وَالْعَصْرِ، إِنَّ الإِنسَانَ لَفِيْ خُسْرٍ، إِلاَّ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ. وَقُلْ رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَأَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِيْنَ

 

KHUTBAH KEDUA

 

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ أَرْسَلَ رَسُوْلَهُ بِالْهُدَى وَدِيْنِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّيْنِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُوْنَ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ

جَمَاعَةَ الْجُمُعَةِ، أَرْشَدَكُمُ اللهُ. أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهُ، وَمَن يَتَّقِ اللهَ يَجْعَل لَّهُ مِنْ أَمْرِهِ يُسْرًا وَيَرْزُقُهُ مِنْ حَيْثُ لاَ يَحْتَسِبُ، وَمَن يَتَّقِ اللهَ يُعْظِمْ لَهُ أَجْرًا

إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَاأَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ.اَللَّهُمَ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَالْمُسْلِمِيْنَ.اَللَّهُمَّ انْصُرِ الْمُجَاهِدِيْنِ فِيْ كُلِّ مَكَانٍ وَزَمَانٍ

رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلإِخْوَانِنَا الَّذِيْنَ سَبَقُوْنَا بِاْلإِيْمَانِ وَلاَ تَجْعَلْ فِيْ قُلُوْبِنَا غِلاًّ لِّلَّذِيْنَ ءَامَنُوْا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوْفٌ رَّحِيْمٌ.رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا ذُنُوْبَنَا وَتَوَفَّنَا مَعَ اْلأَبْرَارِ.رَبَّنَا لاَ تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَّسِيْنَا أَوْ أَخْطَأْنَا، رَبَّنَا وَلاَ تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِيْنَ مِن قَبْلِنَا، رَبَّنَا وَلاَ تُحَمِّلْنَا مَالاَ طَاقَةَ لَنَا بِهِ، وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنتَ مَوْلاَنَا فَانصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِيْنَ.اَللَّهُمَّ إِنَا نَسْأَلُكَ رِضَاكَ وَجَنَّتَكَ وَنَسْأَلُكَ شَهَادَةً فِيْ سَبِيْلِكَ.اَللَّهُمَّ أَهْلِكِ الْكَفَرَةَ وَالْمُبْتَدِعَةَ وَالْمُشْرِكِيْنَ أَعْدَائَكَ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ

اَللَّهُمَّ شَتِّتْ شَمْلَهُمْ وَمَزِّقْ جَمْعَهُمْ وَزَلْزِلْ أَقْدَامَهُمْ وَأَلْقِ فِيْ قُلُوْبِهِمُ الرُّعْبَ.اَللَّهُمَّ عَذِّبْهُمْ عَذَابًا شَدِيْدًا وَحَسِّبْهُمْ حِسَابًا ثَقِيْلاً.رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ، وَسَلاَمٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُكُمْ بِالْعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيتَآئِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَآءِ وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاسْأَلُوْهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ

 

[1]Yasin Ibrahim Hamu, Abu Jahal Dirasah Tahliiliyyah Taarikhiyah, Terj. Kupas Tuntas Abu Jahal Menguak Tabir Do’a Rasullullah untuknya, penj.Ali bin Muhammad,(Jak-Sel: Mustaqiim, 2002). Hal.197

[2]Yang dimaksud dengan sunnah Allah di sini ialah hukuman-hukuman Allah yang berupa malapetaka, bencana yang ditimpakan kepada orang-orang yang mendustakan rasul.