Senin, 1 Rabiul Awwal 1439 H / 20 November 2017 M

Aqidah dan Manhaj


MUQODIMAH

Sesungguhnya, segala puji hanya bagi Allah, kami memuji-Nya, memohon ampun dan meminta petunjuk kepada-Nya. Kami pun berlindung kepada-Nya dari kejahatan diri-diri kami dan keburukan amal-amal kami.

Barangsiapa diberi petunjuk oleh Allah maka tidak akan ada yang dapat menyesatkannya, dan barangsiapa disesatkan oleh Allah maka tidak ada yang dapat memberi petunjuk kepadanya.

Kami bersaksi bahwa tidak ada ilah yang Haqselain Allah, Yang Maha Esa dan tidak ada sekutu bagi-Nya. Kami juga bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan Allah.

قال الله تعالى: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اتَّقُواْ اللّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ

Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dengan sebenar-benar taqwa, dan janganlah sekali-kali kalian mati melainkan dalam keadaan Islam. (QS. Ali ’Imran [3]: 102)

قال الله تعالى: يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُواْ رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُم مِّن نَّفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيراً وَنِسَاءً وَاتَّقُواْ اللّهَ الَّذِي تَسَاءلُونَ بِهِ وَالأَرْحَامَ إِنَّ اللّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيباً

Hai sekalian manusia, bertaqwalah kepada Rabb kalian yang telah menciptakan kalian dari satu jiwa, dan darinya Allah menciptakan istrinya; dan dari keduanya Allah mengembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertaqwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kalian saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kalian.” (QS. An-Nisâ’ [4]:1)

قال الله تعالى: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيداً يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَن يُطِعْ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزاً عَظِيماً

Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kalian kepada Allah dan ucapkanlah perkataan yang benar, niscaya Allah memperbaiki amalan-amalanmu dan mengampuni dosa-dosamu. Dan barang siapa menaati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar.”(QS. Al-Ahzab [33]: 70-71)

Amma ba'du:

Berikut ini adalah aqidah dan manhaj Jama’ah Ansharusy Syariah,yang menjelaskan mengenai jati diri kami dan apa-apa yang kami sepakati bersama, merupakan ajaran Islam yang kami anut dan atas dasar itulah kami berkumpul dan beramal.

Maka setelah memuji dan memohon pertolongan kepada Allah ta'ala, kami katakan:

1. Kami bersaksi bahwa tidak ada yang berhak diibadahiselain Allah dan tidak ada tugas bagi kita selain beribadah kepada-Nya.

Allah ta'ala berfirman:

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْأِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia kecuali hanya untuk beribadah kepada-Ku.” (QS. Adz-Dzâriyât [51]: 56)

Ibadah yang harus diperuntukkan hanya kepada Allah itu adalah mencakup segala hal yang diperintahkan Allah baik berupa perbuatan maupun ucapan, baik yang lahir maupun yang batin.

Allah ta'ala berfirman:

قُلْ إِنَّ صَلاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ . لا شَرِيكَ لَهُ وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا أَوَّلُ الْمُسْلِمِينَ

Katakanlah, ‘Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Rabb semesta alam, tiada sekutu baginya; dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah)’.” (QS. Al-An'âm [6]: 162-163)

Dalam Islam, kesaksian ini merupakan amalan yang dilakukan pertama kali, terakhir kali dan sepanjang hidup baik secara lahir maupun batin. Hal inijuga merupakan pokok aqidah yang diserukan oleh semua Rasul.

Allah ta’ala berfirman:

وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَّسُولاً أَنِ اعْبُدُواْ اللّهَ وَاجْتَنِبُواْ الطَّاغُوتَ

Dan sungguhnya Kami telah mengutus (para) Rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan),Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thoghut’.” (QS. An-Nahl [16]: 36)

Barang siapa mengucapkannya dan menetapi syarat-syaratnya, serta melaksanakan haknya maka dia adalah seorang muslim. Barangsiapa tidak melaksanakan syarat-syaratnya, atau melakukan salah satu dari pembatal-pembatalnya tanpa udzur yang telah disepakati oleh para ulama ahlus sunnah wal jama’ah, maka dia kafir meskipun dia mengaku sebagai seorang Muslim.

Allah ta’ala berfirman:

فَمَنْ يَكْفُرْ بِالطَّاغُوتِ وَيُؤْمِن بِاللّهِ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقَىَ لاَ انفِصَامَ لَهَا وَاللّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al-Baqarah [2]: 256).

Atas dasar itu maka kami menjauhi, membenci, memusuhi dan memerangi thaghut (segala sesuatu yang diibadahi selain Allah dan dia rela untuk diibadahi), juga segala bentuk peribadahan kepada selain Allah.

Kami menentang para pelakunya dan antara kami dengan mereka ada permusuhan dan kebencian selama-lamanya sampai mereka hanya beribadah kepada Allah saja.

Allah ta'ala berfirman:

قَدْ كَانَتْ لَكُمْ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ فِي إِبْرَاهِيمَ وَالَّذِينَ مَعَهُ إِذْ قَالُوا لِقَوْمِهِمْ إِنَّا بُرَءَآؤُا مِنكُمْ وَمِمَّا تَعْبُدُونَ مِن دُونِ اللهِ كَفَرْنَا بِكُمْ وَبَدَا بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةُ وَالْبَغْضَآءُ أَبَدًا حَتَّى تُؤْمِنُوا بِاللهِ وَحْدَهُ

Sesungguhnya telah ada suri tauladan yang baik bagi kalian pada Ibrahim dan orang-orang yang bersamanya; ketika mereka berkata kepada kaum mereka, ‘Sesungguhnya kami berlepas diri dari kalian dan dari apa yang kalian ibadahi selain Allah, kami tentang kalian, dan telah nyata antara kami dan kalian permusuhan dan kebencian untuk selama-lamanya sampai kalian beriman kepada Allah semata’. (QS. Al-Mumtahanah [60]: 4)

Walaupun demikian, kita tidak dilarang berbuat baik dan adil kepada orang-orang kafir yang tidak memerangi Islam.

Allah ta’ala berfirman:

لَا يَنْهَاكُمُ اللَّهُ عَنِ الَّذِينَ لَمْ يُقَاتِلُوكُمْ فِي الدِّينِ وَلَمْ يُخْرِجُوكُم مِّن دِيَارِكُمْ أَن تَبَرُّوهُمْ وَتُقْسِطُوا إِلَيْهِمْ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِينَ

“Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang (kafir) yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.” (QS. Al-Mumtahanah [60]: 8).

2. Kami beriman bahwa Allah ta'ala adalah Pencipta dan Pengatur segalanya. Kami juga beriman bahwa Allah itu Mahakuasa atas segala sesuatu.

Allah ta’ala berfirman:

الْحَمْدُ للّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

“Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam.”(QS. Al-Fatihah [1]: 2).

Allah ta’ala juga berfirman:

تَبَارَكَ الَّذِي بِيَدِهِ الْمُلْكُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ

“Mahasuci Allah Yang di Tangan-Nya segala kekuasaan, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.” (QS. Al-Mulk [67]: 1).

3. Kami beriman bahwa Allah ta’ala memiliki Asma’ (nama-nama) dan sifat-sifat yang agung dan sempurna, sertatidak ada sesuatu pun yang menyerupai dan menyamai-Nya.

Kami mengimani Asma’ (nama-nama) dan sifat-sifat tersebut apa adanya, sebagaimana yang terdapat di dalam Al-Qur'an dan hadits-hadits yang shahih tanpa disertai dengan ta’thil, tamtsil, takyif dan ta’wil.

Dalam hal ini kami pertengahan antara ahlut ta’thil (orang-orang yang menafikan) adanya Asma’ (nama-nama) dan sifat-sifat Allah yakni Jahmiyah, dan ahlut tamtsil (orang-orang yang menyerupakan nama-nama dan sifat-sifat Allah dengan nama-nama dan sifat-sifat makhluk-Nya), yakni Al-Musyabbi-hah.

Allah ta’ala berfirman:

لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ وَهُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ

Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan-Nya, dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (QS. Asy-Syura [42]: 11)

Materi Aqidah dan Manhaj Selengkapnya Dapat Di Download di: