Jum'at, 7 Rabiul Awwal 1440 H / 16 November 2018 M

Pernyataan Sikap Jama'ah Ansharusy Syari'ah Tentang Pengakuan Al Quds Ibukota Israel oleh AS


PERNYATAAN SIKAP

JAMA’AH ANSHARUSY SYARIAH

Tentang:

Pengakuan Yerussalem (Al Quds) sebagai Ibukota Israel dan Pemindahan Kedutaan Amerika Serikat ke Kota Al Quds

Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Senin 6 Desember 2017 resmi mengakui Kota Yerusalem (Al Quds) sebagai Ibukota Israel sekaligus memindahkan kedutaan besar mereka yang semula berada di Tel Aviv ke tanah suci ketiga umat Islam itu. Menanggapi hal tersebut, Jamaah Ansharusy Syariah menyampaikan pernyataan sikap sebagai berikut:

  1. Rencana pemindahan kedutaan Amerika ke Al Quds adalah bentuk arogansi Amerika dan bentuk penghinaan terhadap umat Islam, Al Quds adalah tempat suci umat Islam setelah Mekkah dan Madinah yang di dalamnya terdapat masjid Al Aqsha yang menjadi kiblat pertama umat Islam sebelum Ka’abah.
  2. Rencana pemindahan kedutaan Amerika ke Al Quds adalah bentuk intervensi dan dukungan Amerika terhadap sekutunya Israel. Padahal selama ini Amerika berusaha mencitrakan dirinya untuk ikut terlibat dalam perdamaian dunia, namun langkah ini sesungguhnya membuka wajah asli dari Amerika yang tidak pernah berpihak kepada umat Islam.
  3. Langkah yang dilakukan pemerintah Amerika ini merusak hubungan diplomatis damai antar agama dan membawa dampak buruk terhadap situs suci Masjidil Aqsha sebagai berikut:
  4. Bahwa seluruh resolusi internasional yang menetapkan penisbatan situs suci Umat Islam dan Nasrani kepada pemiliknya telah diabaikan karena kini Yerusalem telah menjadi ibukota Israel maka Israel berhak sesuka hati  mengendalikan, melakukan perluasan dan membangun ibukotanya.
  5. Merenggut seluruh hak yang dimiliki bangsa Palestina dan Arab untuk datang ke tempat-tempat suci di kota Yerusalem dengan dalih menjaga keamanan dan stabilitas negara.
  6. Mencabut seluruh rekomendasi internasional, negara-negara Arab dan Islam  yang menentang penetapan kota Yerusalem sebagai ibukota negara Israel atas rekomendasi siapapun karena merupakan bagian dari penjajahan.
  7. Mendirikan pangkalan militer di Yerusalem, memasukkan tentara Israel ke seluruh penjuru kota sesuka hati dan legal.
  8. Ancaman langsung penghancuran Masjid Al Aqsha untuk dibangun di atasnya Haikal Sulaiman (Solomon Temple).
  9. Pengusiran siapapun yang tidak memiliki identitas Israel dari Yerusalem dan membersihkan wilayah dari penduduk aslinya.
  10. Mengabaikan seluruh berkas-berkas dan berbagai dokumen resmi kepemilikan warga Yerusalem untuk dikuasai Israel dan dianggap sebagai miliki negara.
  11. Menghimbau dan menyeru kepada para pemimpin negara Islam dunia untuk mengambil sikap yang tegas terkait kebijakan Amerika ini , seperti yang ditunjukkan oleh Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan
  12. Menghimbau dan menyeru kepada kaum muslimin di Indonesia dan dunia untuk mengambil sikap dan langkah untuk membela negeri Islam, Al Quds Palestina sebagai bentuk wala (pembelaan) kita terhadap saudara kita kaum muslimin di Palestina  dan menjaga Izzah kaum muslimin.

 

Demikian pernyataan sikap kami, semoga Allah swt melindungi kesucian Masjidil Aqsha dari tangan tangan kotor Yahudi dan Kafirin serta memuliakan Islam dan Kaum Muslimin. Amien Yarobbal Alamain.

 

Hasbunallahu wani’mal wakiil, ni’mal maula wa ni’mannashiir.

 

Wassalamualaikum wr. Wb.

Jakarta, 19 Rabiul awwal 1438H/ 8 Desember 2017M.

 

 

Abdul Rahim Baasyir

(Juru Bicara)